Rabu, 18 Februari 2009

Benarkah ilmu komputer berasal dari ilmu elektro?

Sebagian dari kita mungkin bertanya dari manakah asalnya komputer itu? Dahulu, sebelum ada komputer kita menggunakan sempoa sebagai alat bantu hitung. Seiring dengan berkembangnya jaman, manusia menemukan banyak hal baru yang berguna, misalnya listrik. Setelah manusia dapat menciptakan listrik, manusia membuat berbagai macam penemuan dengan menggunakan listrik, salah satunya adalah komputer. Oleh sebab itu untuk membuat komputer kita perlu belajar ilmu yang mempelajari listrik, yaitu ilmu elektro.

Mengapa komputer bisa berpikir?

Mungkin sebagian dari kita heran dan bertanya-tanya mengapa komputer bisa berpikir? Hal tersebut tidak lepas dari campur tangan manusia. Komputer dibuat dengan memiliki perhitungannya sendiri. Jadi segala yang akan dilakukan komputer akan dipikirkan resikonya terlebih dahulu. Komputer biasanya akan memilih menjalankan program dengan resiko buruk yang paling kecil. Sehingga hasil yang didapatkan mampu atau bahkan mendekati yang diinginkan.

Benarkah komputer dapat berpikir?

Banyak orang yang berpikir bahwa komputer yang sering kita gunakan itu dapat berpikir sendiri. Namun benarkah hal tersebut? Banyak orang yang menyetujui hal ini. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya game dalam komputer. Pernah suatu kali komputer ditandingkan dengan grand master catur dunia dan hasilnya komputer inilah yang memenangkannya. Namum pemikiran komputer itu tidak lain dari hasil jerih payah sang programmer yang memberinya kecerdasan buatan, yaitu kecerdasan yang dimasukkan oleh seng programmer ke dalam komputer. Dengan begitu, komputer dapat bekerja sesuai dengan keinginan sang pembuatnya.

Apakah komputer itu?

Komputer adalah suatu alat bantu yang dibuat oleh manusia untuk membantu berbagai macam pekerjaan manusia. Pada kenyataanya, peranan komputer sangat diperlukan di dunia saat ini. Tanpa adanya komputer, bisa kita bayangkan bagaimana susahnya kita untuk menghitung atau merancang sesuatu tanpa bantuan komputer. Komputer sendiri adalah kumpulan dari rangkaian digital yang terdiri dari software dan hardware yang dioperasikan oleh brainware. Ada 3 macam proses yang ada di dalam sistim komputer, yaitu input, proses, dan output.

Rabu, 11 Februari 2009

Tujuan Hidup Saya

Apakah itu Falsafah Ilmu Pengetahuan? Dan apakah fungsinya dalam kehidupan kita sehari-hari? Saya akan menjelaskan sebisa mungkin yang saya tahu. Pada dasarnya Falsafah Ilmu Pengetahuan itu terdiri dari 3 kata, yaitu falsafah; ilmu; dan pengetahuan. Ketiga kata yang saya sebutkan itu memiliki makna dan arti masing-masing. Falsafah adalah cara berpikir seseorang tentang sesuatu hal. Sedangkan ilmu itu maknanya lain dengan pengetahuan. Saya akan menjelaskan kedua hal ini di lain waktu.

Sekarang saya akan menjelaskan tujuan hidup saya. Sewaktu kecil, saya berkeinginan menjadi seorang direktur perusahaan. Saya pikir itu adalah pekerjaan yang sangat enak dan tidak memerlukan banyak tenaga. Namum ketika saya beranjak dewasa, cita-cita saya itu berubah. Saya pikir untuk mencapai semua itu memerlukan banyak pengorbanan. Akhirnya saya sekarang memutuskan untuk masuk iSTTS (Institut Teknologi dan Terapan Surabaya) di mana saya mempelajari banyak hal mengenai komputer.

Di jaman sekarang ini, kita banyak mendapatkan bantuan dari teknologi yang berkembang. Salah satunya adalah komputer. Dahulu bila kita tidak bisa menggunakan komputer, maka orang akan maklum. Seiring berjalannya waktu, apabila kita tidak bisa memakai hal yang satu ini, maka kita dapat di cap orang sebagai orang kuno yang tidak mengerti apa-apa.

Di kampus saya yang sekarang ini, saya belajar banyak hal mengenai komputer. Walaupun semua itu ditempuh dengan berat, namun saya menjalaninya dengan segenap hati. Karena saya pikir segala sesuatu itu perlu dicoba bila kita ingin tau. Nantinya, setelah saya lulus dari kampus ini saya ingin menjadi orang berguna bagi bangsa dan negera kita yang tercinta. Banyak dari kita yang setelah lulus langsung bekerja di luar. Mereka pikir dengan begitu maka mereka akan mendapatkan banyak hal. Namun saya pikir "untuk apa kita mengembangkan negara orang apabila negara kita sendiri masih banyak mengalami kesulitan". Sehingga saya yakin, bila segala sesuatu didasari dengan rasa cinta terhadap tanah air maka kita akan menjadi bangsa yang kuat dan kokoh.